SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT MATA MENGGUNAKAN METODE CERTAINY FACTOR

  • Linda Marlinda STMIK Nusa Mandiri
  • Widiyawati Widiyawati STMIK Bani Saleh

Abstract

Keterbatasan informasi tentang penyakit mata dapat menyebabkan penderita semakin parah, keterbatasan informasi ini bisa disebabkan kurangnya penderita mengetahui penyakit mata di bidang medis, masalah finansial serta biaya yang harus dikeluarkan setiap konsultasi melalui dokter spesialis mata sehingga membuat penderita penyakit mata tidak mendapat penanganan yang tepat. Sehingga dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat melakukan aksi deteksi seperti dokter spesialis mata. Saat ini aplikasi yang dibuat berbasis android sehingga memudahkan jangakauan para pasien untuk melakukan atau menggunakan aplikasi tersebut dan mengetahui mendiagnosa penyakit mata dari berbagai gejala yang ada. Masih banyak orang yang belum mengetahui gejala-gejala dari penyakit mata serta bagaimana cara untuk mendiagnosa dengan nilai kepastian yang tinggi. Untuk dapat mengetahui tingkat kepastian pada mata ini peneliti menggunakan metode certainy factor. Metode ini dipilih karena metode ini dapat memberikan tingkat kepastian yang tinggi. Hasil dari penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi sistem pakar yang dapat mendiagnosa mata dengan solusi menggunakan obat herbal yang berasal dari tumbuh tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode certainy factor pada sistem diagnosa jenis penyakit mata yang dapat memberikan ruang pada pakar dalam memberikan nilai kepercayaan pada pengetahuan yang diungkapkannya. Menggambar kesimpulan dalam sistem pakar ini menggunakan metode faktor kepastian. Sistem pakar ini akan menampilkan beberapa pertanyaan sebagai indikator karakteristik penyakit mata, kemudian sampai pada pertanyaan akhir. Kesimpulan dari penelitian ini menggunakan metode faktor kepastian akan menunjukkan karakteristik penyakit mata. Dengan diperoleh dari konjungtivis (0,243) dengan gejala Terasa ada yang mengganjal di mata MB (0,1) dan MD (0,2); Pterygium (0,28) dengan gejala Penglihatan yang makin menyempit MB (0,3) dan MD (0,2); Katarak (0,31) dengan gejala penurunan penglihatan MB (0,2) dan MD (0,1); dan Glaukoma (0,38) dengan gejala muncul benjolan kecil baik pada kelopak mata atas maupun bawah (MB) (0,5) dan MD (0,2).

Published
2019-11-26
How to Cite
MARLINDA, Linda; WIDIYAWATI, Widiyawati. SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT MATA MENGGUNAKAN METODE CERTAINY FACTOR. Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research, [S.l.], v. 3, n. 4, p. 28-36, nov. 2019. ISSN 2598-8719. Available at: <http://journal.stmikjayakarta.ac.id/index.php/jisamar/article/view/117>. Date accessed: 06 july 2020.
Section
Articles